5 Kota Mati yang Paling Menyeramkan di Dunia. Ada yang Bekas Pembantaian hingga Suasana Jadi Mencekam!

5 Kota Mati yang Paling Menyeramkan di Dunia. Ada yang Bekas Pembantaian hingga Suasana Jadi Mencekam!

5 Kota Mati yang Paling Menyeramkan di Dunia. Ada yang Bekas Pembantaian hingga Suasana Jadi Mencekam!

SABUNG AYAM – Suasana kota pada umumnya ramai oleh hiruk pikuk kehidupan manusia. Berbeda dengan desa, di kota kamu dapat menemukan berbagai macam barang untuk memenuhi segala kebutuhan hidupmu. Selaras dengan hal tersebut, nominal yang dikenakan pun akan semakin besar. Misalnya nih, biasanya di desa kamu bisa mendapatkan satu botol air mineral dengan harga Rp 1500, tapi kalau di kota kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 3000.

Sebagian besar orang memilih hidup di perkotaan karena mampu menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Memang dengan lapangan pekerjaan yang melimpah serta gaji yang ‘wah’ dapat membuat siapa saja tertarik untuk menetap di perkotaan. Meski begitu, ada pula kota-kota di dunia yang tampaknya dijauhi oleh orang-orang sehingga kehidupan di sana seakan mati. Saking sepinya, suasanya pun menjadi sangat menyeramkan. Wah, kota mana sajakah itu?

1 – Wittenoom, Australia

Wittenoom, Australia
Wittenoom via www.atlasobscura.com

Kota mati pertama berasal dari benua Australia, tepatnya di Wittenoom. Pada mulanya, kota ini dikenal sebagai penghasil tambang asbesnya. Bahkan, Wittenoom merupakan pemasok asbes biru satu-satunya di negara Australia selama kurun waktu 1950-an hingga 1960-an.

Namun, pemerintah Australia terpaksa menutup dan mengungsikan seluruh warga kota karena laporan banyaknya warga yang sakit-sakitan akibat udara yang kotor.

2 – Pripyat, Ukraina

Pripyat, Ukraina
Pripyat via travel.tribunnews.com

Kota Pripyat di Ukraina ini bisa disebut juga sebagai kota hantu lantaran suasana mencekam dan menyedihkan yang menyelimutinya. Kota ini terletak di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Oblast Kiev, sebelah utara Ukraina dan dekat dengan perbatasan Belarus.

Pada tahun 1970, kota ini sengaja dibangun untuk para pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl beserta keluarganya. Dinamakan dengan Pripyat karena di dekat tempat ini terdapat sungai yang bernama sama. Setidaknya, selama 16 tahun kehidupan di kota ini berjalan dengan normal.

Bencana mengerikan itu datang pada 26 April 1986. Sebuah ledakan besar dari empat reaktor nuklir membuat 45 ribu penduduk Pripyat mengungsi untuk menghindari efek dari partikel radioaktif. Bencana tersebut juga tercatat sebagai kecelakaan reaktor nuklir terburuk sepanjang sejarah. Semenjak itu, kota ini pun menjadi kota mati tanpa penduduk.

3 – Centralia, Pennsylvania, AS

Centralia, Pennsylvania, AS
Centralia via voyagenation.com

Populasi yang turun drastis menyebabkan kota ini menjadi kota mati. Tercatat pada 1980 terdapat setidaknya 2.761 warga. Namun,jumlah warga pada 2010 menurun drastis hingga hanya mencapai 10 orang. Penyebabnya? Kebakaran tambang batubara yang terjadi pada tahun 1962.

Di bawah tanah kota ini terdapat api dari tambang batubara yang sebenarnya sudah sejak lama terus menyala, tepatnya sejak kejadian di tahun 1962. Pada awalnya warga enggan mengungsi karena merasa hal tersebut tidak membahayakan keselamatan mereka. Namun, lama kelamaan keadaan semakin gawat dan akhirnya mereka pun mau untuk diungsikan oleh pemerintah.

Sejarah singkat, di Centralia terdapat dua tambang batubara yang beroperasi pada tahun 1856. Semenjak kehadiran tambang tersebut, kota ini berkembang pesat. Akan tetapi, kebakaran hebat di tahun 1962 membuat kota ini perlahan sepi dari peradaban manusia. Hingga sekarang, tempat ini masih menjadi tempat yang dilarang untuk dikunjungi karena api masih terus berkobar di bawah tanah.

BACA JUGA: 16 Kota Mati Paling Indah di Dunia, Termasuk di Indonesia!

4 – Oradour-sur-Glane, Prancis

Oradour-sur-Glane, Prancis
Oradour-sur-Glane via neomisteri.com

Desa yang berada di Haute-Vienne, Nouvelle-Aquitaine, Prancis ini benar-benar hancur kala terjadi pembantaian besar-besar pada tanggal 10 Juni 1944. Kurang lebih 642 penduduk Oradour-sur-Glane dihabisi secara sadis oleh pasukan Waffen-SS milik Nazi Jerman.

Tercatat sebanyak 247 wanita dan 205 anak-anak dibantai oleh mereka. Dalam peristiwa tersebut, hanya satu orang yang berhasil menyelamatkan diri.

Adolf Diekmann, komandan yang memerintahkan pembantaian tersebut berdalih jika tindakannya tersebut dilakukan sebagai aksi balas dendam atas pemberontakan yang terjadi di Tulle, daerah tetangga Oradour-sur-Glane serta penculikan perwira Nazi, Helmut Kmpfe.

Atas perintah dari Charles de Gaulle, Presiden Prancis, tempat pembantaian kaum Oradour-sur-Glane diabadikan sebagai situs memorial Perang Dunia II. Di sebelahnya dibangun pula Museum Centre de la mmoire d’Oradour. Sementara itu, pemukiman baru mulai dibangun di dekat tempat tersebut.

5 – Nagoro, Jepang

Nagoro, Jepang
Nagoro via www.liputan6.com

Jepang memang dikenal publik dunia sebagai salah satu negara yang indah dan menyenangkan. Namun, kesan tersebut akan berbanding terbalik kala mengunjungi sebuah desa terpencil di Lembah Iya, Shikoku, Prefektur Tokushima.

Bagaimana tidak jika sebagian besar penduduk di tempat tersebut merupakan boneka! Bahkan tempat ini pun dijuluki lembah boneka dan desa orang-orangan sawah oleh masyarakat Jepang lainnya.

Boneka-boneka yang ada di Nagoro ini merupakan hasil ciptaan Ayano Tsukimi, seorang wanita lanjut usia. Tsukimi merupakan satu dari sedikit penduduk yang masih bertahan di tempat ini karena sebagian besar penduduk telah pindah ke kota atau desa lain yang menawarkan kehidupan yang lebih baik.

Tiap kali ada tetangganya yang meninggal atau meninggalkan desa, Tsukimi langsung membuat boneka tiruannya lengkap dan memposisikannya sesuai dengan kebiasaan dari orang tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jiwa para kerabat yang telah pergi mendahuluinya.

Itu dia lima kota mati yang paling menyeramkan di dunia. Tentu saja kota-kota tersebut dahulu sama seperti kota-kota lainnya. Namun, karena sebab tertentu, akhirnya kota tersebut hanya meninggalkan bangunan-bangunan tua nan menyeramkan.