Bisa Nggak Sih Penonton Minta Refund, Kalo Kualitas Sound Buruk dalam Konser

Pantai4d

Bisa Nggak Sih Penonton Minta Refund, Kalo Kualitas Sound Buruk dalam Konser

Bisa Nggak Sih Penonton Minta Refund, Kalo Kualitas Sound Buruk dalam Konser

Bisa Nggak Sih Penonton Minta Refund, Kalo Kualitas Sound Buruk dalam Konser

Buat yang kegemaran dateng ke gigs ataupun konser, kalian pernah ngalamin nggak momen di mana sound system pada acara tersebut terdengar ancur-ancuran, entah tidak sedikit dengungan atau justeru suara biduan nggak kedengeran sama sekali? Kalau iya, tentu kesel banget kan ya.

Seperti yang dikutip HAI dari The Guardian, pemirsa sendiri sebenarnya dapat mengajukan refund atau pengembalian dana bilamana konser musik yang mereka nikmati nggak memuaskan dari sisi audio.

Menurut penjelasan seorang penasihat hukum yang bergerak dalam urusan perlindungan konsumen, konser nggak bertolak belakang dengan layanan lain, di mana pemirsa harus diserahkan perlakuan serta pertunjukkan yang masuk akal.

Maka dari itu, bilamana mereka mengejar masalah pada audio saat konser berlangsung, semua penonton dianjurkan untuk mengemukakan komplain ke pihak pelaksana atau penjaja tiket di tempat guna mengurus pengembalian dana.

Namun, banyak sekali dari promotor seringkali mencoba guna menghindari semua penonton yang komplain dengan asa mereka bakal merasa lelah sendiri dan membatalkan niatnya.

Pendapat tersebut pun kemudian pun didukung pengakuan dari Jonathan Silverman yang adalahpenasihat hukum dari suatu kantor pengacara di London, Laytons, di mana dia melafalkan bahwa semua penonton berhak mendapat kompensasi bilamana konser nggak berlangsung dengan baik.

“Ketika orang-orang datang ke konser, mereka pasti bercita-cita bisa mendengarkan buaian lagu dari musisi idolanya. Apabila promotor gagal menyerahkan konser laksana apa yang dijanjikan, pemirsa berhak guna mendapatkan kompensasi,” cerah Jonathan.

Untuk mengemukakan komplain, Jonathan sendiri menganjurkan penuntut untuk mengoleksi bukti secara obyektif sejumlah mungkin, contohnya laksana postingan-postingan di media sosial ataupun siaran pers resmi.

Sementara itu, pengacara dari Lamb Chambers, Richard Coldbey memperingatkan bahwa kualitas suara adalahhal yang paling subyektif, sehingga menciptakan klaim menjadi lebih sulit, walau dia setuju bila pihak promotor mesti memberi kompensasi atas rasa nggak nyaman tersebut.

“Meski aku nggak pernah mendatangi adanya klaim laksana itu, nampaknya nggak ada dalil bagi promotor yang tahu masalah itu tapi nggak membetulkan soundsytem itu untuk nggak menyerahkan kompensasi pada penonton,” cerah Coldbey.

Hmm, bila pendapat kalian sendiri gimana sob? Kira-kira apa tindakan kalian saat mendapati konser musik yang ditemui nggak cocok ekspektasi?