Ini Penyebab Pusat Perbelanjaan ITC Menjadi Sepi Pengunjung

Pantai4d

Ini Penyebab Pusat Perbelanjaan ITC Menjadi Sepi Pengunjung

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, terjadi penurunan geliat bisnis pusat-pusat belanja, terutama di International Trade Center atau ITC. Dia mengakui, ketika ini ITC tak lagi semenarik dulu. Ini Penyebab Pusat Perbelanjaan ITC Menjadi

“Itu yang harus mereka kumpul bareng-bareng, duduk sama-sama, jajaki daya tariknya dirubah supaya dapat lebih menarik. Tapi kumpulin orang tersebut susah. Semua pemilik, jadi agak susah. Tapi ada sejumlah ITC sukses melakukan tersebut dan ramai,” kata dia, ketika ditemui, di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Salah satu hambatan untuk ITC guna bertransformasi, kata dia, sebab sulitnya menciptakan keputusan bisnis. Dia mengatakan, beberapa besar pusat perbelanjaan itu berkonsep trade center dan adalahbangunan strata title. “Decision maker-nya terlampau banyak. Semua bos di situ. Kan tiap kios, satu pemiliknya satu,” ungkapnya.

Artinya, masing-masing kios dapat dimiliki oleh perorangan maupun kelompok. Hal berikut yang menciptakan pengelola atau pengembang kendala untuk membulatkan pendapat seluruh empunya kios. Jauh lebih mudah jika berstatus sewa atau leasing.

“Pengelola nggak dapat perintah mereka. Kalau yang leasing kan gampang. Ah anda nggak inginkan ini, udah nggak kasih perpanjang, maunya ini. Bukan melulu mayoritas (setuju) saja. Kalau beberapa nggak mau, bagaimana? Ini yang harus didorong,” ujar dia.

Perilaku Konsumen Berubah

Penurunan kinerja bisnis, jelas dia, sekitar ini baru dirasakan oleh ITC di distrik DKI Jakarta. Perubahan pola perilaku konsumen lah yang menjadi penyebab.

“Kalau di luar kota Jakarta mereka nggak terdapat penurunan sebab mereka tetap diterima toko hanya kios-kios doang. Buat mereka tetap oke. Yang di kota besar, tuntutan kian berat. Kalau di sana (luar kota) memang tujuannya inginkan beli barang. Dia udah enjoy. Jakarta udah nggak enjoy lagi,” jelas dia.

Karena itu, guna memperbaiki situasi ini dibutuhkan kesediaan dari semua pemilik gerai di ITC guna duduk bareng dan memungut kesepakatan berhubungan arah transformasi ITC ke depan.

“Orang bila udah mulai sulit baru dia mulai rembukan. Baru buat keputusan guna ngapain,” tandasnya.

Daya Beli Masyarakat Tak Turun, Hanya Mulai Pilih-Pilih

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan menyangkal pernyataan yang menyinggung adanya penurunan daya beli masyarakat. Disebut-sebut, menurunnya daya beli itu kemudian dominan pada turunnya bisnis pusat perbelanjaan.

“Saya kira daya beli masyarakat tidak turun. Kalau anda bilang turun, contohnya toko-toko jual kaos aja Rp 4 juta, masih laku kok dia,” ujar dia saat didatangi di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Berdasarkan keterangan dari dia, yang ketika ini terjadi ialah masyarakat semakin teliti dalam menguras uangnya. Mereka melakukan pembelian barang-barang yang sungguh-sungguh sesuai dengan keinginan.

“Sebenarnya kini bukannya (daya beli masyarakat) turun. Dia milih. Lebih arif menggunakan uangnya. Dia inginkan pilih apa sih yang dia butuh banget. Apa yang menarik,” ungkapnya. Ini Penyebab Pusat Perbelanjaan ITC Menjadi