Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS

Pantai4d

Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS

Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS

Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS

PANTAI4D – Pemenang Nobel bidang ekonomi, Sir Angus Deaton, menilai Inggris nyaris sama dengan Amerika Serikat dalam urusan perekonomian. Ketidaksetaraan yang terjadi sekitar ini di Inggris dapat mengancam demokrasi secara perlahan. Bagaimana mula ceritanya?

1. Inggris telah merasakan upah stagnan dalam satu dasawarsa terakhirCERDAS POKER – Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS
Dilansir dari The Guardian, kondisi di Inggris ketika ini tidak terlampau mencolok, di mana Inggris sudah menderita sekitar satu dasawarsa terakhir sebab upah yang stagnan. Akibatnya, kematian dampak bunuh diri dan penyalahgunaan narkoba semakin bertambah di kalangan usia separuh baya. Ketidakpuasan dengan standar hidup “flat lining” di anggap sebagai hal di balik keputusan tahun 2016 oleh penduduk Inggris guna meninggalkan Uni Eropa.

SABUNG AYAM ONLINE – Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berjanji untuk menolong keluarga yang melulu mengelola. Sir Angus Deaton, memimpin tinjauan tengara ketidakpuasan di Inggris di tengah kekhawatiran bahwa negara ini berada pada titik kritis. Lembaga Institute for Fiscal Studies, yang berkolaborasi dengan Deaton dalam studi tersebut menuliskan bahwa ekonom kelahiran Inggris bakal menunjuk pada risiko Inggris mengekor Amerika Serikat yang mempunyai ketidaksetaraan ekstrim dalam urusan gaji, kekayaan, dan kesehatan.

2. Deaton menuliskan London diuntungkan secara tidak proporsional
PREDIKSI TOGEL PALING JITU – Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS
Peringatan itu datang saat analisis dari Trades Union Congress (TUC) mengindikasikan bahwa upah riil di sektor finansial telah mendahului gaji rata-rata di Inggris selama dasawarsa sejak krisis keuangan. Penghasilan sesudah inflasi di sektor finansial telah tumbuh rata-rata 120 poundsterling atau setara dengan Rp2,24 juta seminggu, dikomparasikan dengan rata-rata pekerja Inggris yang masih selama 17 poundsterling atau setara dengan Rp317 ribu seminggu lebih buruk setelah memperhitungkan kenaikan ongkos hidup selama dasawarsa terakhir.

Deaton menuliskan ketidaksetaraan geografis tampaknya menjadi hal di Inggris, dengan London diuntungkan secara tidak proporsional dikomparasikan dengan bagian beda negara itu. “Orang-orang benar-benar merasa bahwa tidak seluruh orang mempunyai celah yang adil lagi.

“Ada perasaan bahwa bila kamu tinggal di satu unsur Inggris jauh dari ibu kota, tidak sedikit hal buruk terjadi, sementara tidak sedikit hal baik terjadi di ibu kota dan kamu tidak menyaksikan mengapa Anda mesti ditinggalkan laksana itu,” ungkap pengakuan dari Deaton tentang perekonomian Inggris laksana yang dilansir dari The Guardian.

Seperti yang diketahui, Deaton, yang pun adalahseorang profesor di Princeton, memenangkan hadiah Nobel di bidang ekonomi sebab grafik kegiatan perkembangan global dalam kesehatan, kesejahteraan, dan ketidaksetaraan pada tahun 2015 lalu.

3. Ketimpangan ketidaksetaraan yang bertambah bukanlah sebuah gejala seragam di Inggris
Pemenang Nobel, Sir Angus Deaton Nilai Inggris Hampir Setara dengan AS
Deaton memperingatkan bahwa penambahan ketimpangan ketidaksetaraan bukanlah gejala seragam di Inggris bila disaksikan dari statistik kematian. “Satu unsur yang kami tahu ialah bahwa secara geografis tampaknya tidak setara. Blackpool tampaknya menjadi hotspot dan unsur timur laut, namun tidak terlalu tidak sedikit di London.

“Jadi mungkin tersebut karena ketidaksetaraan geografis dalam kesehatan yang jauh lebih urgen di sini daripada di Amerika Serikat,” ungkap pengakuan tambahan Deaton yang merujuk pada kematian dampak bunuh diri, narkoba, dan alkohol laksana yang dilansir dari The Guardian.

Pada sejumlah langkah, ketidaksetaraan di Inggris tetap relatif stabil selama sejumlah tahun terakhir, meskipun sudah meningkat dengan cepat pada tahun 1980an. Tak melulu itu, pendapatan di lokasi tinggal tangga berpenghasilan terendah nyaris tidak meningkat semenjak pertengahan tahun 1990an dikomparasikan dengan penambahan yang lebih banyak untuk kumpulan berpenghasilan tinggi.

Pantai4d